Mindset
Pertandingan
Basket NBA adalah salah satu cabang olahraga yang saya suka dan Michel
Jordan dari club Chicago Bulls adalah pemain basket paforit saya. Sayang
karena umurnya, maka tidak bisa dihindari ada waktunya dia harus
mengundurkan diri sebagai pemain basket. Pada akhir pertandingan untuk
perpisahannya dia sempat diwawancarai oleh salah satu stasiun TV, salah
satu pertanyaan yang diajukan oleh si pewncara adalah apa sebenarnya
yang menjadi resep kunci suksesnya selama ini. Jawaban Jordan adalah
bahwa dalam setiap pertadingan selama ini dia selalu berkata kepada
dirinya sendiri, "Ini adalah pertandingan terakhir kalinya, setelah ini
dia tidak main lagi." Jadi karena ini adalah pertandingan terakhir kali
maka dia akan bermain sebaik mungkin semaksimal mungkin dan itu yang membuat dia selalu memberikan yang terbaik. Setiap kali dia bertanding dia selalau bilang pada dirinya sendiri, "Ini pertandingan terakhir saya, ini pertandingan terakhir saya, saya harus bermain sebaik mungkin!" Pemikiran ini dia tanamkan dalam pikiran dia setiap kali dia diturunkan sebagai pemain di timnya. Inilah yang menjadi mindset dia sehingga dia berhasil menjadi salah satu pemain basket yang hebat yang pasti akan dikenang sepanjang masa!
Apa itu mindset?
Sering kali kita mendengar kata mindset tetapi mungkin kita belum tahu apa arti mindset. Mindset sebenarnya dua kata bahsa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu "mind" dan "set". Mind berarti pikiran, akal, ingatan. Sedangkan "set" adalah kumpulan, perangkat. Jadi secara harafiah diartikan sebagai kumpulan atau perangkat pikiran atau akal atau ingatan. Tetapi sebenarnya maksudnya bukan seperti itu, tetapi yang saya maksud mindset disini adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja.
Sering kali kita mendengar kata mindset tetapi mungkin kita belum tahu apa arti mindset. Mindset sebenarnya dua kata bahsa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu "mind" dan "set". Mind berarti pikiran, akal, ingatan. Sedangkan "set" adalah kumpulan, perangkat. Jadi secara harafiah diartikan sebagai kumpulan atau perangkat pikiran atau akal atau ingatan. Tetapi sebenarnya maksudnya bukan seperti itu, tetapi yang saya maksud mindset disini adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja.
Sebagaimana
difinisi mindset diatas yaitu pola pikir yang mempengaruhi pola kerja,
demikian juga Michel Jordan, dalam setiap kali pertandingan basketnya,
pola kerja dia dipengaruhi oleh pola pikirnya (mindsetnya). Mindsetnya
adalah bahwa dalam setiap pertandingan yang dia hadapi, dia selalu
bilang kepada dirinya "ini adalah pertandingan terakhir saya, jadi saya
harus bermain sebaik mungkin (I will do it my best because this is my last game!)".
Inilah yang memompa energi Jordan yang menyemangati untuk tidak mudah
menyerah, kalimat ini kalau dia ucapkan lebih kuat pengaruhnya dari pada
energi drink yang dia minum, kalimat ini seperti vitamin yang memberi
tenaga, yang memberi stamina (daya tahan) dan ketahanan fisik
(endurance) yang luar biasa seolah-olah tidak pernah kehabisan tenaga.
Manusia
pada umumnya dalam melakukan sesuatu pasti lebih dulu orang tersebut
karena didorong oleh pola berfikirnya. Jadi pola pikirlah yang
menggerakkan, mendorong atau yang menjadi landasan mengapa seseorang
melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kalau kita hendak melarang seseorang
untuk tidak melakukan suatu hal atau sebaliknya mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu maka hal pertama yang harus dipengaruhi lebih
dulu adalah pola pikirnya, jalan pikirannya yang diubah dulu. Kita bisa
saja melarang seseorang untuk tidak melakukan sesuatu atau mendorong
seseorang melakukan sesuatu tetapi jika tanpa merubah pola pikirnya
lebih dulu maka tidak akan menghasilkan suatu perubahan hasil yang
permanen atau perubahan yang berarti. Kalau kita ingin merubah perilakau
seseorang dengan hasil yang lebih permanen atau lebih berarti maka yang
harus dipengaruhi pertama kali adalah pola pikirnya.
Sebagai
contoh misalnya kalau kita punya anak yang malas belajar dan maunya
hanya main terus, dan kita ingin anak kita supaya mau rajin belajar,
maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah pola pikirnya
mengapa belajar itu penting, yaitu dengan memberi nasehat bahwa kalau
mau pinter, mau berhasil, mau jadi insinyur (kalau cita-citanya jadi
insinyur) dll., kita harus menjabarkan syarat-syarat bagaimana menjadi
seorang yang berhasil dan kalau perlu memberi contoh-contoh kepada anak
kita tentang orang-orang yang sudah berhasil meraih cita-cita. Mereka
yang sudah berhasil meraih cita-cita mereka sudah pasti mereka bekerja
keras dan terbiasa mendisiplinkan diri dengan terus belajar dan bekerja
giat guna meraih cita-citanya itu. Dengan melarang dan memarahi saja
tidak cukup, itu hanya akan merubah cara kerja secara sementara. Kalau
ada orang tuanya mau disiplin, mau belajat, giliran tidak dilihat oleh
orang tuanya, maka kembali lagi ke kebiasaan jeleknya. Ini artinya apa?
Ini artinya mindsetnya belum berubah. Ubahlah mindset maka berubahlah
seseorang menjadi benar-benar seperti yang kita inginkan. Ubah pola
pikirnya maka akan berubah pola kerjanya.
Demikian juga kalau
kita hendak "menyemangati" karyawan kita dalam bekerja, maka hal pertama
yang kita harus rubah, kita pengaruhi dalam diri karyawan kita adalah
pola pikirnya. Bagaimana caranya? Misalnya, ajaklah dan libatkan dalam
membahas suatu planning dalam bidangnya (departemennya) dan
diskusikanlah bersama, libatkanlah dalam menganalisa baik-buruknya,
untung ruginya, kuat dan lemahnya (strong-point dan weak point)
dari rencana kerja yang telah disusun bersama tersebut. Ajaklah juga
menganalisa bagaimana mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk
yang mungkin terjadi. Ini akan mempengaruhi secara tidak langsung pola
pikirnya yang nantinya akan berpengaruh pada pola kerjanya. Kenapa?
karena karyawan kita tahu rencana yang susun, dia merasa ikut
"memiliki" dihargai idenya, logika berfikirnya dll. Pola pikir
berubah... pola kerja berubah!
Pendek kata pola pikirnya yang
dipengaruhi dulu, maka perilaku pasti berubah. Pola pikirnya berubah,
maka pola kerja juga berubah. Pasti bisa!
No comments:
Post a Comment